INSIDE OUT

NAMA: NAJWA P.S
KELAS: X MIPA 2 SINOPSIS :
Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak perempuan yang dikendalikan oleh emosi yang ada dalam dirinya. Apa saja yang ia lakukan akan selalu diatur dan dipantau oleh makhluk (emosi) yang terdapat pada pikirannya. Emosi itu ada senang, sedih, takut, marah, dan jijik. Didalam cerita Rilley adalah seorang anak yg berprestasi pada olahraga hoki es, dari kecil dia diajari oleh orang tuanya untuk bermain hoki es ini. Saat kecil dia juga mempunyai teman khayalan, namanya Bing bong, dia selalu bermain dengan teman khayalannya. Tetapi semenjak ia bertumbuh menjadi seorang remaja, Bing bong atau teman khayalannya itu mulai ia lupakan. Kini Rilley berfokus pada permainan hoki es, dan ia juga sudah mempunyai tim sendiri, dan menjadi pemain yang hebat dalam timnya. Namun seiring berjalannya waktu ayah Rilley dipindah tugaskan oleh petingginya, jadi Rilley terpaksa harus meninggalkan sekolah, teman-temannya, dan tim hokinya. Ayahnya dipindahkan dari Minnesota ke tengah kota. Disana ia agak kecewa karena rumah barunya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan, tetapi dia tetap berusaha untuk merubah kecewanya itu dengan rasa senang. Rilley nampak tidak senang kalau ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memikirkan perasaannya. Dia juga memiliki sekolah baru disana, beda daripada sekolah sebelumnya, di sekolah baru Rilley dikucilkan oleh teman-temannya dan tidak dipedulikan. Rilley sedih dengan keadaan ini, ayahnya yg selalu sibuk dengan pekerjaannya, dia yang dikucilkan di sekolah, dan selalu kalah pada permainan hoki di tim barunya. Rilley berpikir kalau ia pergi (kabur) ke Minnesota akan merubah keadaan. Dia mulai bertindak tidak pantas dengan mengambil uang ibunya tanpa izin untuk membeli tiket bis ke Minnesota. Dipagi hari ia mulai bersiap-siap untuk pergi ke Minnesota, namun orang tuanya berpikir kalau anaknya hendak pergi ke sekolah. Hari mulai gelap, namun Rilley belum pulang dari sekolahnya (anggapan orang tuanya), ayah dan ibunya sangat khawatir, lalu mereka menelpon guru di sekolahnya dan gurunya bilang bahwa Rilley tidak datang ke sekolah hari ini, disitu mereka mulai mencari cara untuk menemukan Rilley. Rilley sudah masuk ke dalam bis, pengendali pikiran Rilley (senang) baru datang dari permasalahan yang telah terjadi, Senang bergerak cepat untuk mengendalikan pikiran Rilley yang kacau. Dan Rilley pun tersadar dari pikirannya yang kacau, dia kembali ke rumahnya di tengah kota, lalu ia mengakui segala perbuatannya dan perasaannya yang sedih dengan keadaan yg telah terjadi. Orang tuanya tersadar bahwa mereka kurang memperhatikan Rilley dan tidak memahami perasaannya. Di saat seperti itu mereka saling berpelukan dan menenangkan perasaan Rilley. Rilley sangat senang dengan keadaan yg sekarang, ayah dan ibunya datang ke pertandingan dan mendukung Rilley pada permainan hoki es, walaupun Rilley tidak se-tim dengan tim lamanya, dia tetap senang karena orang tuanya sangat mendukung Rilley.
PENOKOHAN :
1. Rilley: berprestasi, berambisi, dan tertekan.
2. Ayah: selalu sibuk dengan pekerjaannya.
3. Ibu: berusaha untuk memahami perasaan Rilley.
4. Senang: mempunyai banyak ide, pintar, dan periang.
5. Sedih: kejadian apapun akan ia anggap menyedihkan.
6. Marah: pemarah, selalu berapi-api jika ia sedang marah.
7. Jijik: jijik jika melihat bangke atau makanan yang tidak enak.
8. Takut: penakut, pingsan jika ia terlalu ketakutan.
9. Bing bong: setia kawan, baik hati, rela berkorban.
ADEGAN YANG PALING MENARIK :
Saat Bing bong menghilang karena telah dilupakan oleh Rilley, dan pada saat Rilley menyadari kekacauan dan pergi untuk memperbaikinya.
PESAN MORAL :
Jangan terlalu sibuk pada satu tujuan, pahamilah perasaan orang lain yang merasa terganggu akan hal itu. Bicaralah pada orang yang kamu percaya jika kamu menghadapi masalah yang berat menurutmu, itu akan membuat kamu lebih tenang dan mudah untuk mencari solusi akan permasalahanmu.
PENDAPAT SAYA :
Film ini sangat bagus untuk dijadikan film keluarga, karena banyak pesan moral yang didapatkan dari film ini.


Komentar